GS

Jangan hanya bermimpi, barengi juga dengan tindakan nyata.

Pentingnya Memahami Hak dan Kewajiban dalam Keluarga

Sebuah keluarga dikatakan ideal jika setiap anggotanya mengetahui dan memahami hak dan kewajiban dalam keluarga. Menyadari peran masing-masing sangat penting untuk membangun hubungan antar anggota yang baik sehingga bisa mencapai tujuan dan cita-cita yang diimpikan. Lebih jauh lagi, keluarga akan kuat dan mampu menyelesaikan setiap masalah yang dihadapi.

Pengertian Keluarga

Membentuk keluarga adalah bagian dari perjalanan hidup yang dicita-citakan oleh hampir seluruh manusia. Hal ini tidak terlepas dari fitrah manusia yang diciptakan dengan kebutuhan untuk memiliki keturunan.

Keluarga memiliki definisi berbeda jika dilihat dari berbagai sudut pandang. Berikut ini beberapa di antara pengertian keluarga.

  1. Definisi umum: keluarga adalah kelompok sosial paling dasar dalam masyarakat yang terdiri dari orang tua dan anak yang memiliki komitmen jangka panjang dan biasanya tinggal di rumah yang sama.
  2. Menurut sosiologi: keluarga adalah kelompok domestik yang terdiri dari orang-orang yang memiliki keterkaitan hubungan darah, perkawinan, dan ikatan hukum.
  3. Secara fungsional: keluarga mencakup tugas-tugas dan fungsi psikososial dari setiap anggota keluarga
  4. Secara struktural: keluarga dipandang sebagai asal-usul (families of origin), sarana utama untuk meneruskan keturunan (families of procreation), dan wadah bagi orang tua dan anak-anaknya (extended family).
  5. Menurut para ahli: keluarga adalah kelompok yang terdiri dari dua atau lebih individu yang berada dalam satu rumah tangga yang sama. Keluarga terbentuk karena berbagai sebab, seperti ikatan darah, perkawinan, dan adopsi.

Hak dan Kewajiban dalam Keluarga

Dalam sebuah keluarga, setiap anggotanya pasti akan saling berinteraksi dan memiliki peran masing-masing yang sama pentingnya. Peran ayah tentu berbeda dengan peran ibu, demikian juga dengan anak-anaknya.

Meskipun secara umum tidak berbeda, dalam beberapa hal, hak dan kewajiban setiap anggota keluarga bisa saja berbeda antara keluarga yang satu dengan keluarga yang lain. Hal ini disebabkan perbedaan situasi dan kondisi yang dihadapi oleh keluarga tersebut.

  1. Hak dan Kewajiban Ayah

Seorang ayah memegang peranan yang paling utama yaitu sebagai kepala keluarga yang bertanggung jawab atas keamanan dan kesejahteraan keluarga. Pada keluarga tertentu, seorang ayah bisa menyewa jasa pengacara keluarga dari firma hukum seperti Cumming Family Attorney untuk membantu menangani masalah-masalah yang terkait dengan hukum dan finansial.

Hak dan kewajiban seorang ayah di antaranya adalah:

  • Mencari nafkah untuk memenuhi seluruh kebutuhan anggota keluarganya.
  • Mendidik dan menanamkan karakter pada anak-anaknya sesuai dengan nilai-nilai agama dan norma sosial.
  • Menyayangi dan melindungi anggota keluarga dari hal-hal buruk yang membahayakan.
  • Mengembangkan potensi anak sesuai dengan kemampuan, bakat, dan minatnya.
  • Ayah berhak untuk mendapatkan penghormatan dan dipatuhi oleh seluruh anggota keluarga selama perintahnya sejalan dengan agama dan norma yang berlaku.

 

  1. Hak dan Kewajiban Ibu

Ibu adalah pendamping sekaligus partner ayah dalam menjalankan kehidupan rumah tangga. Adapun hak dan kewajiban seorang ibu di antaranya adalah:

  • Mendampingi dan membantu ayah dalam membangun keluarga yang harmonis dan sejahtera.

 

  • Menciptakan suasana rumah yang bersih, sehat, dan nyaman bagi seluruh anggota keluarga.
  • Bersama-sama ayah merawat, menjaga, menyayangi, dan mendidik anak-anak.
  • Mengatur keuangan keluarga.
  • Sama seperti ayah, seorang ibu juga berhak untuk dihormati dan dipatuhi asalkan perintahnya tidak bertentangan dengan nilai agama dan norma yang dianut.

  1. Hak dan Kewajiban Anak

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014, anak didefinisikan sebagai seseorang yang belum menginjak usia 18 tahun, termasuk yang masih berada dalam kandungan. Jika seseorang sudah tidak tergolong sebagai anak, orang tua tidak memiliki kewajiban dan tanggung jawab untuk memeliharanya.

Akan tetapi, dalam konteks hubungan darah dan ikatan dalam sebuah keluarga, hal itu tidak bisa diberlakukan secara mutlak. Ada kewajiban yang tetap melekat pada diri anak sampai kapan pun, meski secara definisi dia bukan lagi seorang anak.

Sebagai sesama anggota keluarga, anak tidak hanya dibebani dengan kewajiban, tetapi juga memiliki hak yang harus dipenuhi oleh orang tuanya. Beberapa hak dan kewajiban anak adalah:

  • Menghormati dan mematuhi orang tuanya sepanjang apa yang diperintahkan tidak menyalahi nilai-nilai agama dan moral.
  • Berusaha semaksimal mungkin dalam menuntut ilmu agar berhasil mencapai cita-cita dan membanggakan orang tuanya.
  • Membantu orang tua dalam menyelesaikan pekerjaan rumah tangga, seperti membersihkan rumah, merapikan mainan, menyiapkan makanan, dan sebagainya.
  • Menyayangi saudaranya (kakak dan adik).
  • Anak berhak mendapatkan kasih sayang, pendidikan, perlindungan, dan terpenuhi kebutuhan dasarnya agar tumbuh dan berkembang dengan sehat.

Saling memahami antar anggota keluarga tentang hak, kewajiban, juga peran masing-masing adalah salah satu kunci penting agar seluruh anggota keluarga merasa tenteram dan nyaman.